Kenali 5 (Lima) Gejala Kerusakan Pada Rem Mobil Anda

23 Maret 2018 | Editor : Putri Atika

Makassar (21/03) Rem merupakan salah satu perangkat keselamatan penting pada kendaraan. Rem berfungsi sebagai kendali kecepatan kendaraan. Untuk itu, baiknya pengendara mengenali tanda-tanda apabila rem membutuhkan perhatian lebih misalnya seperti munculnya suara, getaran, daya, serta bau disekitar rem.


Piranti keselamatan pada kendaraan sebaiknya selalu dijaga dalam kondisi prima serta dapat berfungsi dengan baik, khususnya sistem pengereman. Hampir setiap kendaraan memberikan tanda atau sinyal ketika kondisi rem mulai menurun,” Kata, Muhammad Shobirin, Customer First Area Department Head Kalla Toyota.


Untuk itu, sebaiknya kenali 5 gejala kerusakan pada rem, sebagai berikut:


1.     
Indikator pada instrumen


Hampir setiap kendaraan dilengkapi dengan indikator rem yang dapat dilihat di Multi Information Display (MID). Indikator ini berfungsi untuk memberikan tanda kepada pengemudi sistem pengereman dalam kondisi normal atau tidak. Jika rem dalam kondisi normal, maka indikator tersebut berada dalam posisi tidak menyala. Sementara, saat rem dalam kondisi tidak normal atau bermasalah seperti kebocoran pada selang minyak rem atau sensor ABS terganggu karena pemasangan kampas rem, lampu indikator akan menyala.


2.      Suara bising pada rem


Suara bising biasanya muncul saat kendaraan berada pada posisi pengereman. Suara tersebut berasal dari indikator bantalan rem (brake pad). Bantalan rem terbuat dari bahan baja sehingga menghasilkan suara bising ketika mulai tersentuh dengan rotor. Jika menemukan kondisi seperti itu, sebaiknya ganti kampas rem dengan segera untuk menghadirkan pengereman yang lebih optimal.


3.     
Getaran pada saat pengereman


Rotor merupakan piringan pada roda yang berfungsi memperlambat kecepatan kendaraan melalui daya tekan pada bantalan rem. Getaran saat pengereman salah satunya disebabkan oleh permukaan rotor dalam kondisi tidak rata. Selain itu, getaran pada saat pengereman juga dapat disebabkan oleh daya cengkram piston yang berada di dalam calliper.


4.      Kekurangan minyak rem


Minyak rem berfungsi sebagai pelumas serta melindungi komponen logam yang bergesekkan untuk menghentikan laju kendaraan. Kekurangan minyak ditandai dengan berkurangnya daya saat pengereman. Jika terjadi penurunan kapasitas minyak rem, cek kondisi selang serta seal. Untuk memaksimalkan sistem pengereman, ganti minyak rem secara berkala. Hal ini berfungsi untuk menghindari adanya endapan yang merusak selang atau seal.


5.      Bau tajam pada rem


Pengereman berulang misalnya seperti pada kontur jalan terjal akan meningkatkan temperatur pada rem, sehingga menghasilkan panas yang berlebih. Saat kondisi tersebut, rem dengan kondisi kurang prima akan menghasilkan bau tajam. Sebaiknya, periksa segera kondisi rem serta diamkan sejenak rem hingga kondisi rem menjadi dingin.


Untuk memberikan rasa aman dan peace of mind yang melebihi espektasi pelanggan, New Yaris turut hadir dengan Top Class Safety untuk menambah keamanan bagi seluruh penumpang melalui; 7 SRS Airbag, Vehicle Stability Control (VSC), Hill-Start Assist (HSA), Seatbelt Warning untuk pengemudi dan penumpang depan, Emergency Brake Signal (TRD Sportivo Grade), 3-point seatbelt for all passengers, Whiplash Injury Lessening, Anti-lock Breaking System (ABS), Electronic Brake Distribution (EBD), and Brake Assist (BA).


"Khusus untuk fitur Vehicle Stability Control, pelanggan tidak perlu takut berakselerasi dalam berkendara karena melalui fitur ini, New Yaris tetap stabil mengikuti jalurnya meskipun harus menikung mendadak akibat adanya gangguan di depan New Yaris pelanggan,” Tambah, Aswan Amiruddin Marketing Manager Kalla Toyota.


Sistem Anti Lock Breaking System (ABS) juga memberikan keuntungan roda yang tidak terkunci meskipun pelanggan melakukan rem mendadak secara tiba-tiba. Sehingga pelanggan masih bisa mengendalikan mobil dan menghindari kejadian yang tidak diinginkan.